Menikah?
Hi guys.. Back with me again..
Postingan kali ini gw mw ngebahas soal pernikahan.
Hm..kenapa gw ngebahas soal pernikahan??
Soalnya temen-temen gw pada bulan ini dan bulan depan banyak banget yang melangsungkan pernikahan. Sedihnya gw ga bisa datang karena resepsi pernikahannya jauh banget dari tempat gw. :’(
Sebenarnya gw jg pengen married tapi gw belum siap. Banyak sih yang bertanya sama gw, “Kapan sih lo married?”, tapi ya itu tadi karena gw belum siap gw cuma bisa jawab, “Coming soon deh.”. :’(
Udah dulu ya bahas tentang gw, sekarang kita bahas soal pernikahannya aja.
Pendapat orang tentang pernikahan itu berbeda-beda, ada yang bilang pernikahan itu adalah menjalankan fitrah agama, menikah itu menyatukan dua hati yang berbeda dalam suatu bahtera yang disebut rumah tangga, bahkan ada yang bilang menikah untuk memenuhi kebutuhan yang ga bisa dipenuhi oleh diri sendiri seperti kebutuhan lahir. Wah, bla..bla..bla..pokoknya banyak deh pendapat tentang menikah.
Menurut gw sendiri menikah itu punya arti tersendiri, karena pendapatnya panjang gw buat dalam tiga paragraf.
MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya. Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya?
Harus ada ‘Komunikasi Dua Arah’,
‘Ada kerelaan mendengar kritik’,
‘Ada keikhlasan meminta maaf’,
‘Ada ketulusan melupakan kesalahan’
dan ‘Keberanian untuk mengemukakan pendapat’.
Sekali lagi MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan. MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil. MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan di mana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga. Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama… MENIKAH bukan didasari atas kesucian diri, tapi kesucian hati. Apalah artinya MENIKAH apabila tidak suci hati. Diri yang kotor dapat mudah diperbaiki, namun hati yang kotor tak mudah diperbaiki.
MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang lain…?? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan pasangan hidup…??
MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk ‘Menerima’ dan ‘Memaafkan’. Dengan kata lain, MENIKAH merupakan penggabungan dua bagian yang saling berbeda untuk dicari kecocokannya, bagaikan mur dan baut, bukan persamaan yang dangkal, bukan pula persamaan yang terlihat indah di mata. Perbedaan harus dicari kecocokan bukan persamaan. Perpisahaan dengan alasan perbedaan adalah alasan yang naif, dan dibuat-buat.
Setujukah kalian dengan pendapat saya di atas? Atau kalian punya pendapat yang lain? Silahkan tulis pendapat kalian di komentar ya..
Thanks.,.
^_^












Angkat 2 Jempol dah gan…
Menikah gak segampang yang orang pikirkan…
Alhamdulillah.. Aku dah masuk tahap lamaran…
Do’a in yah gan moga berjalan lancar… Amin..
Agan kapan nyusul…? ^_^