Furama Hotel Bukit Bintang
Terletak di Segitiga Emas Kuala Lumpur, Furama Hotel Bukit Bintang ini dekat dengan Bukit Bintang, Berjaya Times Square dan Chinatown. Furama Hotel Bukit Bintang mempunyai 433 kamar tamu, dari kamar tersebut para tamu dapat menikmati pemandangan kota. (more…)
Melia Purosani Hotel Yogyakarta
Terletak tepat di tengah area budaya dan belanja Yogyakarta, Melia Purosani Hotel Yogyakarta megah menawarkan berbagai pelayanan. Dianggap oleh banyak pelanggan untuk menjadi hotel terbaik di seluruh wilayah yogyakarta, tidak hanya karena staf yang luar biasa tetapi juga kedekatan yang ideal untuk objek wisata di kota. Meskipun dalam sebuah kota besar, taman terawat dan bergaya laguna memberikan pembentukan perasaan ketenangan yang melampaui harapan hotel apapun. (more…)
Harris Hotel Tuban Bali
Hotel yang menarik dan bergaya modern ini menyediakan 66 kamar dan hanya beberapa menit dari Pantai Kuta yang ramai. Harris Hotel Tuban terletak hanya lima menit berkendara dari Bandara Internasional Ngurah Rai dan Pantai Tuban. Hotel bintang tiga ini juga hanya membutuhkan waktu sepuluh menit dari Kuta, selain itu Harris Hotel Tuban Bali juga menawarkan akses mudah ke tempat-tempat perbelanjaan, restoran dan klub malam yang fantastis. (more…)
Sabang, Eksotisme Ujung Barat Indonesia
Kota Sabang sebelum Perang Dunia II adalah kota pelabuhan terpenting dibandingkan Temasek (sekarang Singapura).
Sabang telah dikenal luas sebagai pelabuhan alam bernama Kolen Station oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1881. Pada tahun 1887, Firma Delange dibantu Sabang Haven memperoleh kewenangan menambah, membangun fasilitas dan sarana penunjang pelabuhan. Era pelabuhan bebas di Sabang dimulai pada tahun 1895, dikenal dengan istilah vrij haven dan dikelola Maatschaappij Zeehaven en Kolen Station yang selanjutnya dikenal dengan nama Sabang Maatschaappij. Perang Dunia II ikut mempengaruhi kondisi Sabang dimana pada tahun 1942 Sabang diduduki pasukan Jepang, kemudian dibom pesawat Sekutu dan mengalami kerusakan fisik hingga kemudian terpaksa ditutup.
Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, Sabang menjadi pusat pertahanan Angkatan Laut Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan wewenang penuh dari pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertahanan RIS Nomor 9/MP/50. Semua aset pelabuhan Sabang Maatschaappij dibeli Pemerintah Indonesia. Kemudian pada tahun 1965 dibentuk pemerintahan Kotapraja Sabang berdasarkan UU No 10/1965 dan dirintisnya gagasan awal untuk membuka kembali sebagai Pelabuhan Bebas dan Kawasan Perdagangan Bebas. (more…)


